Sebuah film indie tentang keberagaman Indonesia, rencana dirilis (CMIIW) di London, 29 Mei 2009. Kabar terbarunya, film ini akan tayang di Blitz Megaplex. Tentang Cina, Perempuan, Tuhan, Suku, Agama, dan Cinta.

Film cin(T)a adalah kisah cinta segitiga antara Cina, Annisa, dan Tuhan.
Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
Cina (Sunny Soon), mahasiswa baru, 18 tahun, bercita-cita menguasai dunia dengan Tuhannya, Yesus Kristus, di sisinya. Ia percaya bahwa ia dipilih Tuhan untuk menjadi gubernur Tapanuli, sebuah provinsi yang akan terbentuk di masa yang akan datang. Cina berjuang dengan iman yang kuat, namun naif, karena terus menemui kegagalan.
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Annisa (Saira Jihan), mahasiswa senior, 24 tahun, yang mana akademisnya agak terhambat karena karirnya sebagai bintang baru di dunia perfilman. Ia putus asa membuktikan bahwa ia bukan perempuan yang hanya memiliki kecantikan dan tidak terlalu pintar. Ketenaran dan kecantikannya malah membuatnya kesepian di mana ia hanya percaya pada cinta dari keluarganya, keluarga Jawa dengan tradisi Islam yang kuat.
Terimakasih atas berkat yang Kau berikan,
Tuhan, karakter yang paling tidak bisa ditebak. Karakter yang benar-benar berbeda dalam imaji tiap manusia. Semua orang mencoba mendeskripsikannya. Semua orang berpikir mereka mengenalnya. Setiap karya seni mencoba menggambarkannya. Namun tak ada yang benar-benar menyerupainya…
jauhkanlah kami dari percobaan.
Cina mencintai keduanya, Tuhan dan Annisa.
Annisa mencintai keduanya, Tuhan dan Cina.
Tuhan mencintai keduanya, Cina dan Annisa.
Namun Annisa dan Cina tak bisa bersatu…
Karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.
Amin!
Gimana seseorang yang saling mereka cintai, dan mereka berbeda agama. Miris sih ceritanya, tapi aku suka. Bagus dan inspiratif. Gimana mereka bisa saling terbuka soal Tuhan mereka dan gimana mereka bisa terbuka gimana pandangan dari satu agama ke agama lain tentang umat agama lain, terutama agama yang sedang mereka anut. Nasrani dan Islam. Gimana mereka masih bisa berdoa dan bersyukur walaupun mereka menyebutnya dengan hal yang berbeda. Dan gimana mereka merayakan natal dan lebaran secara bersama-sama. Briliant! Yah, walaupun pada akhirnya mereka tidak berujung bersama, tapi ini sudah membuktikan bahwa semua orang di mata Tuhan sama kan? Tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar